Sunday, October 13, 2013

Cara Membuat Pupuk Organik Cair (MOL) dan Kompos

Pembuatan Pupuk Dengan Bantuan Bakteri EM4

bacteriaMembuat pupuk Effective Microorganisme atau EM
Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :
Pembuatan bakteri penghancur (EM).
Bahan-bahan :
* Susu sapi atau susu kambing murni.
* Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
* Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :* Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
* Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
* Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
* Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
* Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri. Link: http://petanidesa.wordpress.com/2007…roorganism-em/
Cara Pembiakan Bakteri Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air
Alat dan Sarana:Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)
Cara Pembiakan: Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.
Menakar Komposisi Kandungan EM4
HORISON
OLEH: WAYAN NITA
Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang EM, komposisi kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM.
EM merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman.
Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.
Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.
Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur.
Jenis-jenis EM yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomicetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.
Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen. EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. EM5 berupa pestisida organik.
Mari membuat kompos skala rumah tangga
komposSalah satu dari pola hidup hijau yang dapat kita laksanakan adalah mengelola sampah organic rumah tangga, dengan membuatnya menjadi kompos.Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organic organic.
Pembuatannya tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat luas dan tidak memerlukan banyak peralatan dan biaya. Hanya memerlukan persiapan pendahuluan, sesudah itu kalau sudah rutin, tidak merepotkan bahkan selain mengurangi masalah pembuangan sampah, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri, tidak perlu membeli.Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Hasilnya bunga-bunga berkembang, halaman menjadi asri dan teduh. Hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan. Bagaimana Kompos Terjadi
Sampah organic secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses peruraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban. Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
PeralatanDi dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Pengomposan
- Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
- Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
- Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
- Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
- Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
Cara Membuat Pupuk Cair Organik
membuat-pupuk-organik-cair1
Bahan dan Alat:
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
Cara Membuat Pupuk Hijau Organik
pupuk organik hijau
Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:
200 kg hijau daun atau sampah dapur.
10 kg dedak halus.
¼ kg gula pasir/gula merah.
¼ liter bakteri.
200 liter air atau secukupnya.
Cara Pembuatan:
Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.

PERBEDAAN EM4, MOL DAN PGPR


perbedaan em4-mol-pgpr Tulisan tentang perbedaan antara EM4, MOL dan PGPR ini terinspirasi oleh salah seorang rekan Gerbang Pertanian yang menanyakannya beberapa waktu lalu. Kalau kita amati sekilas memang antara EM4, MOL dan PGPR memang nampak hampir sama baik cara pembuatannya dan bentukknya. Seperti yang telah kita bahas beberapa waktu yang lalu tentang cara pembuatan EM4, MOL maupun PGPR.
Sebenarnya ada beberapa perbedaan yang mendasar dari EM4, MOL dan PGPR:
VARIABEL
EM4
MOL
PGPR
Bahan dasar pembuatan Buah-buahan Buah-buahan, Kotoran Hewan yang masih segar, Sampah dapur, Bonggol pisang, Nasi, trasi dll Akar bambu, ataupun akar tanaman yang lain yang tahan terhadap penyakit akar.
Manfaat Mempercepat pembuatan kompos, menambah microorganisme tanah, menambah kesuburan tanah, bisa digunakan sebagai pupuk daun. Mempercepat pembuatan kompos, menambah microorganisme tanah, menambah kesuburan tanah, bisa digunakan sebagai pupuk daun Mencegah penyakit akar tanaman, menyuburkan akar  tanaman, menambah mikroorganisme yang membantu tanaman, memproduksi Hormon bagi tanaman
Kandungan dan Jenis Mikroorganisme Bakteri fotosintetik, Actinomicetes, Bakteri asam laktat, Ragi dan jamur fermentasi.mengandung asam amino dan unsur mikro, Tergantung bahan pembuatnya dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tetapi pada prinsipnya kandungannya hampir sama dengan EM 4 Pseudomonas putida, P. fluorescens, Serratia liquefaciens, P. putida biovar B, dan Arthrobacter citreus (bakteri bermanfaat yang tumbuh disekitar akar)
Arti Effective Microorganisme (Microorganisme yang bermanfaat bagi tanaman) Micro Organisme Lokal (mikroorganisme yang bersumber dari bahan tertentu yang bermanfaat bagi pertumbuahan tanaman. Sebagai contoh mikroorganisme dari rumen sapi, rumen kambing, bonggol pisang, nasi, buah-bahan dll) Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Mikroorganisme yang berada disekitar perakaran tanaman)
Apliksi pada tanaman Pada daun dan akar tanaman Pada daun dan akar tanaman Hanya pada akar tanaman
Perbedaan antara EM4, MOL dan PGPR yang saya tulis diatas hanyalah analisa berdasarkan pemikiran saya saja yang informasinya saya peroleh dari berbagai sumber baik online maupun offline. Saya sangat mengharapkan adanya penambahan informasi tentang perbedaan diantara ketiga bahan tersebut dari para pakar ilmu mikrobiologi untuk menyempurnakan tulisan saya diatas.

CARA MEMBUAT KOMPOS/ BAJA ORGANIK



Punya halaman di rumah??
Banyak rumput tumbuh??
Sampah dedaunan berserakan??
Bersihkan, buang di tempat sampah trus bakar -)
Kalau daun-daun dan rumput tersebut dibakar rasanya menambah polusi di dunia yang semakin tidak sehat ini. Bagaimana dengan pemanasan global yang digembar-gemborkan selama ini? Apakah kita juga akan membantu semakin rusaknya dunia ini dengan pembakaran-pembakaran yang tidak perlu?

 

So, bagaimana sampah tersebut dapat dimanfaatkan? Jadikan saja kompos, ya pupuk alami yang sangat bermanfaat dan apabila dikelola dengan seius dapat menghasilkan uang (tapi…, bagaimana mendapatkan bahan-bahan pembuatan komposnya apabila diproduksi secara masal?). Untuk tahap sekarang tidak perlu dipikirkan dulu kompos dapat digunakan untuk menghasilkan uang. Yang perlu kita tanamkan dalam diri kita dengan pembuatan kompos ini adalah :
     
  1. Menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan sekitar.
  2. Mengurangi polusi
  3. Kompos dapat digunakan untuk pupuk tanaman (kalau saya juga dipakai buat makanan ikan lele). Baru percobaan : Kompos hasil olahan sendiri saya buat untuk memupuk tanaman dan juga memberi makan ikan. Kenapa saya berikan ke ikan lele, karena kompos yang dihasilkan memiliki banyak cacing, serangga dan banyak makanan alami buat pertumbuhan lele.
  4. Memanfaatkan barang yang tidak berguna bagi masyarakat kita pada umumnya untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  5. Bahan-bahan yang sangat mudah didapatkan


Setelah memperhatikan beberapa manfaat yang dapat diperoleh marilah kita mencoba untuk membuat kompos sendiri.
Bahan-bahan dan alat yang diperlukan:
  1. Rumput, daun kering dan sisa-sisa sayuran
  2. Siapkan kotoran hewan (kotoran sapi, kambing atau yang lainnya) yang sudah agak lama.
  3. Siapkan EM4 (banyak tersedia di toko pertanian).
  4. Karung sebagai media penyimpanan.
Proses pembuatan :
  1. Kumpulkan rumput-rumput, daun-daun kering dan sisa-sisa sayuran menjadi satu.
  2. Potong menjadi beberapa bagian (kira-kira 2-5 cm/bagian). Pemotongan ini diperlukan untuk mempercepat proses pembusukan.
  3. Setelah semua daun/rumput dipotong kemudian direndam dalam cairan EM4 (tidak perlu lama-lama, karena nanti EM4 tersebuta akan disiramkan ke dalam karung) yang telah dicampur dengan air. Ikuti petunjuk pemakaian EM4.
  4. Masukkan kotoran hewan ke dalam karung kira-kira 1/3 bagian.
  5. Masukkan daun/rumput ke dalam karung.
  6. Siram dengan EM4.
  7. Tutup karung.
Selesai sudah proses pembuatan kompos, tapi ini belum berakhir karena untuk mempercepat pertumbuhan bahan-bahan tersebut perlu dibolak-balik komposisinya setiap 2 minggu sekali dan diberi air secukupnya setiap 3 hari.
Sebagai inovasi dapat ditambahkan berbagai macam bahan dalam pembuatan kompos yaitu jerami, daun jagung, dan semua yang berbentuk tanaman :-) . Pada tulisan ini ditekankan untuk daun dan rumput karena memang 2 hal tersebut yang mengganggu penulis.
Tulisan ini dibuat karena kepedulian akan kelestarian lingkungan dan memperoleh hasil pertanian dari pupuk organik.
Pupuk telah digunakan untuk pemupukan tanaman sawi, cabe serta pemberian pakan tambahan untuk ikan lele selain pelet.


Kompos Organik
November 28, 2008, 1:33 pm
Filed under: Kompos
Langkah langkah pembuatan kompos organik
1. Persipan bahan :
- Jerami kering
- Kotoran ayam
- CaCo3
- Bekatul
2 . Jerami yang sudah kering di potong potong dg panjang 10 cm, selanjutnya jerami di rendang atau di siram dengan air sampae jerami benar benar basah .
3. Campurkan kotoran ayam , CaCo3 , dan bekatul sampae merata (homogen).
4 . Tebarkan campuran kotoran ayam, CaCo3, dan bekatul ke dalam tumpukan jerami yang sudah basah.
5 . Aduk semua campuran sampae merata ke semua bagian.
6 . Tumpuk campuran diatas selanjutnya tutup dengan terpal atau plastik, diamkan selama 15 hr.
7 . Kompos siap digunakan untuk menanam berbagai tanaman.

BAIKNYA TANAH YANG BERKOMPOS

Kompos, Bahagian 5 Daripada 40

Mengapa Nak Guna Kompos?

Aish, masih tanya soalan macam ni lagi!
Ok, begini, kita nak berkebun di rumah. Kita nak tanah tolong kita jaga pokok supaya pokok subur. Kalau nak tanah tolong kita, kita perlu buat tanah happy. Nak buat tanah happy, tabur kompos! 

Jika anda tabur kompos di atas permukaan tanah sehingga menutup permukaan tanah, tanah akan happy sangat. Sebabnya... Lama-kelamaan kompos tersebut akan masuk ke dalam tanah. Sementara itu, ia membantu menghalang rumpai daripada tumbuh. Ia halang air daripada terlepas keluar daripada permukaan tanah melalui penyejatan.  Jadi tanah kekal lembap. Ia juga membantu melindungi tanah daripada kesan hakisan angin serta hujan lebat, dan perubahan cuaca iaitu panas di siang hari dan sejuk di malam hari. Kira macam selimutlah. 

Dah bila bahan organik daripada kompos meresap masuk ke dalam tanah... Fuh "luar biasa" kata geng MLM. Ia membaiki struktur tanah, membuatkan tanah menjadi "sihat" dan "hidup". Maksud sihat di sini ialah hidupan dalam tanah dapat hidup dan membiak. Tanah yang hidup mengandungi pelbagai jenis hidupan yang baik terhadap tanaman.  Pelbagai hidupan dalam tanah yang hidup saling berkait ini disebut komuniti. Ish perkataan besar tu. Nanti saya cerita lagi.

Urat-urat putih yang rakan-rakan pernah tanya saya dulu sebenarnya petanda yang baik.  Ia memegang bintil bintil humus.  Urat-urat ini adalah mycelium iaitu "akar" kulat yang membantu memegang bakteria "baik", melekat seperti glue.  Dalam tanah, kulat juga baik kerana ia hidup dengan memakan bahan organik. Sisa yang dihasilkan amat ringkas dan dapat diserap terus oleh tumbuhan. Ia seperti membantu menghadamkan makanan (bahan organik) untuk tumbuhan. 

Bintil-bintil dalam tanah pula mempunyai liang-liang halus yang bertindak seperti span yang mampu menyimpan air. Akar tumbuhan memerlukan air. 

Bintil-bintil dalam tanah, selain daripada menyimpan air, juga mudah membentuk saluran seperti terowong kecil yang berselirat. Terowong kecil ini penting kerana ia membekalkan udara (oksigen). Akar adalah suatu yang hidup dan menjalani pertumbuhan. Benda hidup yang tumbuh perlukan tenaga.  Sel-sel akar perlukan oksigen untuk respirasi (haish... lagi perkataan besar), iaitu proses menukar makanan kepada tenaga yang diperlukan dalam proses pertumbuhan.

Respirasi ni kira macam bernafas. Tentulah cara akar bernafas tak sama dengan cara kita bernafas, tapi asasnya sama iaitu untuk bakar makanan untuk hasilkan tenaga. Dalam proses ini oksigen diperlukan dan gas karbon dioksida dibebaskan. Haba juga dibebaskan! 

Oh ya, terowong kecil tadi lazimnya dibina oleh cacing tanah dan semut yang bergerak sambil memakan bahan organik yang dibekalkan oleh kompos. 

Nah, dah nyata, kompos mampu membuatkan tanah sihat dan hidup. 

Bersambung pada hari Selasa... tepat 6.30 pagi waktu Terengganu

Thursday, August 1, 2013

APA DIA NICROBACTER



 
Teknologi EM pertama kali dikembangkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Jepang pada tahun 1980. EM merupakan kultur campuran dari mikroorganisme fermentasi (peragian) dan sintetik (penggabungan) yang bekerja secara sinergis (saling menunjang ) untuk memfermentasi bahan organic.

Bahan organic tersebut berupa sampah, kotoran ternak, serasah, rumput dan daun-daunan. Melalui proses fermentasi bahan organic diubah kedalam bentuk gula, alcohol dan asam amino sehingga bisa diserap oleh tanaman. Dewasa ini Teknologi EM telah diterapkan secara luas dalam bidang pertanian, kehutanan, pengolahan limbah dan kesehatan.

Teknologi EM di Indonesia telah dimasyarakatkan kepada petani sejak tahun 1993, setelah dilakukan usaha-usaha penelitian dan pengujian dalam skala terbatas oleh lembaga penelitian swasta dan universitas dari tahun 1990 sampai 1993. 

Usaha pemasyarakatan Teknologi EM di Indonesia pada awalnya diprakarsai oleh yayasan Indonesian Kyusei Nature Farming Societies, yaitu sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan pertanian akrab lingkungan yang berkelanjutan dengan masukan biaya rendah.

1.   Menghilangkan bau yang tidak sedap karena EM mampu menangkap H2S dan NH3 mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbau.

2.      Mempercepat proses penguraian lemak yang terkumpul di grease trap” sehingga larut bersama air limbah

Untuk mencegah timbulnya penyakit, lingkungan sekitar puyuh harus dijaga kebersihannya. Terutama kebersihan kandangan, tempat pakan dan tempat minum serta peralatan dan perlengkapan. Begitu juga dengan pakan yang diberikan harus bebas dari hama, kuman, cendawan dan bahan toksin lainnya kattanya”

Untuk kebersihan kandang , setiapp hari kandang disemprotkan EM4 dengan dosisnya 10cc EM4 ditambah denga satu liter air, begitu juga untuk memperbaiki pencernanan puyuh, 1 kilogram pakan dicampur hanya 1/4ccEM4

Tujuan pemberian EM4 pada ternak ini dimaksudkan untuk mencegah bau tidak sedapa pada kandang dan tempat pembuangan kotoran ternak , menekan atau mengurangi perkembangan lalat dan srangga ternak , menguranggi stress , memeperbaiki mutu daging ternak ,mengurangi jumlah kematian ternak dan lain-lain. 

Dan yang tak kalah penting juga harus sering mengontrol kesehatan puyuh. Jika ada kelihatan sakit segara dikarantina untuk diberikan vaksinnasi aturan selama puyuh itu hidup.

Menurut slamet puyuh sangat potensial dikembangkan untukdiambil telur atau dagingnya. Diantara semua jenis unggas petelur ternyata puyuh termaksud unggas penghasil telur terbesar kedua setelah ayam ras petelur.

Daging puyuh pun sebenarnya banyak diminati masyarakat, namun biasanya daging puyuh dijual dengan nama burung dara. Rasanya yang gurih dan tidak banyak memiliki lemak membuat daging puyuh digemari banyak orang.




Effective Microorganism (EM)

salam 1 Malaysia,

Kita akan bercerita tentang satu teknologi yang telah lama tetapi agak baru di Malaysia ini iaitu Effective microorganism (EM).. Apa itu EM?..EM adalah bahan yang akan saya campurkan kedalam air sisa (waste water) untuk merawat dan menjadikan air sisa itu tidak tercemar setelah dilepaskan ke sungai-sungai berdekatan..

Tahukah anda yang didalam sungai ataupun air sisa terdapat tiga jenis bakteria iaitu bakteria baik, bakteria jahat dan bakteria yang cenderung ke arah baik dan jahat? Kalau anda tidak tahu itulah yang sebenarnya berlaku di dalam sungai atau air sisa..

EM adalah bakteria baik (e.g yis dll yang telah diproses) untuk makan (bunuh) bakteria jahat tersebut... proses ini akan berterusan dan akhirnya hanya tingal bakteria baik (EM) yang tidak memberi kesan pencemaran kepada alam sekitar...

EM juga boleh digunakan untuk merawat air mandian di tangki-tangki dan menghilangkan bau air logkang bertakung... Selain itu, EM juga digunakan untuk membersih kandang binatang, tandas dan tempat-tempat yang berbau busuk...